
JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberlanjutan sektor bisnis properti menjadi salah satu fokus utama Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.
Saat ini jumlah penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai 56,7% dan diperkirakan akan meningkat menjadi 66,6% pada tahun 2035 dan 72,8% pada tahun 2045. Sektor properti memiliki multiplier effect yang tinggi, baik forward linkage maupun backward linkage terhadap 174 sub sektor industri. , baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyerapan tenaga kerja langsung di industri properti bahkan sudah mencapai 19 juta orang.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor properti di tahun 2022, Pemerintah akan terus menerapkan beberapa kebijakan strategis, seperti insentif fiskal untuk mendorong sektor properti. Insentif perumahan PPN ditanggung Pemerintah (DTP) akan diberikan untuk pengajuan selama periode pajak Januari hingga September 2022 sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional.
Baca juga: Tips Untuk Pengembangan Kawasan Industri yang Sukses
Besaran PPN DTP yang diberikan adalah 50% untuk rumah tapak/rusun dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar dan PPN DTP 25% untuk rumah tapak/rusun dengan biaya di atas Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar. Selain itu, kepastian hukum dan dukungan pemerintah akan terus dilakukan dalam bentuk penyederhanaan regulasi dan perizinan, termasuk kemudahan investasi di sektor properti, sebagaimana diatur dalam UU Cipta Kerja.
Ketua DPP Partai Golkar sangat mengapresiasi langkah inisiatif yang telah diberikan selama masa pandemi, antara lain kebijakan penjaminan kredit dan restrukturisasi, sehingga penyaluran kredit dapat tumbuh positif di awal Triwulan IV-2021 dengan rasio NPL terkendali di kisaran dari 3%.
Sektor keuangan juga diharapkan dapat terus mengoptimalkan fungsinya sebagai intermediasi khususnya dalam mendukung sektor properti sekaligus menjadi pendamping pemulihan ekonomi di sektor riil, antara lain melalui beberapa kegiatan antara lain peningkatan literasi keuangan dan pendalaman pasar, serta akses pembiayaan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Pemerintah tetap berkomitmen untuk mendukung sektor perumahan dan sektor keuangan agar bersinergi dan optimistis sehingga Pemulihan Ekonomi Nasional dapat berjalan dengan baik,” kata Menko Airlangga.
|
BERITA LAINNYA
|